Kamis, 27 November 2014

equal Study (Yogya)


they are my teacger. javanes teacher who wear orange veil. she is friendly and pleasing :)


in borobudur tample where we are equal studying





this is duo faza. tapi beda wajah :D @malioboro street


  borobudur tample



 this is my deutsch's teacher


  turis jerman


@UGM university












Senin, 17 November 2014

Di Saat Kita Diabaikan

Mau tak mau kita harus dihadapkan keadaan susah. Gak pernah ada ceritanya seseorang itu hidupnya terus menerus senang. dan tak akan pernah ada juga ceritanya nasib seseorang itu berada di atas terus menerus.

Kita hidup ini sudah dibekali hak oleh sang pencipta. tak akan pernah salah jika seseorang yang hidup dimuka bumi ini menuntut atau meminta haknya kepada siapa saja, karena hak ini lah yang menjadi tameng untuk kita. 

sering kali orang lain mengabaikan akan mendengarkan penjelasan orang yang bersalah. namun, pada awalnya orang yang bersalah memiliki alasan kenapa ia melakukan hal tersebut.
mereka telah dibutakan dengan egonya. sekali dia melihat kesalahan yang dilakukan orang lain, maka sebesar apapun kebaikan oleh orang lain akan dianggap hina. begitu sadisnya kehidupan ini

yah... inilah hidup. terkadang pahit terkadang manis, terkadang suka terkadang duka. namun  kita tak bisa lari dari kenyataan. Satu satunya jalan dari suatu masalah adalah dengan menghadapinya. sepahit apapun itu sesusah apapun itu kita harus menjalani dan menghadapinya.

dan yakinlah jika dibalik semua itu akan ada hikmah yang bisa kita ambil. dan kebahagiaan telah menunggu kita dikemudian hari. seperti sang ulat yang menunggu menjadi kepompong untuk menjadi seekor kupu kupu yang indah dan terbang dengan bebas.

Sabtu, 15 November 2014

Boleh Dicoba

Olimpiade Bimbingan dan Konseling Nasional UNNES 2014

Deadline: 23 November 2014
Hima BK UNNES mempersembahkan Olimpiade Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Semarang (UNNES) “Guidance and Counseling Smart Competition tingkat Nasional 2014”. Olimpiade Bimbingan dan Konseling Nasional UNNES 2014 ini mengangkat tema “Explore Your Talent !!!” dengan memperebutkan hadiah uang jutaan rupiah.
Olimpiade BK 2014
Tema: Explore Your Talent !!!
Tanggal-tanggal penting:
  • Pendaftaran: 1 Oktober 2014 – 23 November 2014
  • Batas Pendaftaran dan pembayaran: Minggu, 23 November 2014
  • Pelaksanaan Lomba: Kamis, 27 November 2014
  • Pengumuman Pemenang pada Jum’at 28 November 2014
Syarat dan ketentuan:
  • Mahasiswa Bimbingan dan Konseling di Perguruan Tinggi di Indonesia
  • Aktif sebagai mahasiswa dibuktikan dengan menunjukan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM)
  • Membayar uang pendaftaran sebesar Rp 200.000,-
Hadiah
  • Juara 1: Piala ABKIN Nasional + Rp 1.500.000,00
  • Juara 2: Piala ABKIN Nasional + Rp 1.000.000,00
  • Juara 3: Piala ABKIN Nasional + Rp 500.000,00
Contact person.
  • Amirul Machfud Kurnianto (085741727307)
  • Sugesti Yoan Ahmadyani     (085712308281)
  • Alamat web : himabkunnes.blogspot.com

Sabtu, 08 November 2014

Renungkan

Segala sesuatu yang hidup di dumia gak bakal lepas dari masalah. Karena dengan masalah lah kita bisa mendapatkan pelajaran. Tapi, ini bukan pelajaran tentang kimia, fisika, atau matematika loh yah :D . Mungkin sebagian orang ada yang menganggap masalah ada sebagian dari hidup mereka, namun tak jarang juga mereka menganggap bahwa masalah ada kesialan bagi mereka. Sekarang tinggal kita saja yang bagaimana menyikapi masalah tersebut.

Masalah adalah tolak ukur kesabaran untuk kita. Masalah juga sebagai cara intropeksi pada diri kita. Entah dari mana kita memandang dimana kesalahan kita atau kekurangan kita. Terkadang masalah yang menghampiri diri kita berasal dengan sendirinya (kaadaan) terkadang diri kita sendiri yang mendatangkan masalah tersebut.

Yah, anda pasti sudah tau maksudnya jika masalah datang karena keadaan. Namun, jika masalah datang karena diri kita yang mendatangkannya, ia tidak akan perji kalau bukan kita sendiri yang menghilangkannya. Kebanyakan orang jika terjerat dalam suatu masalah menyalakan keaadaan meskipun sebenarnya dia adalah penyebabnya.

Nah, dari sini kita belajar bagaimana kita menyikapi masalah. Hal pertama yang harus diperhatikan adalah akar dari mesalah tersebut. Kemudian kita periksa pada diri kita, pada bagian manakah kesalah yang kita perbuat sehingga masalah tersebut muncul. Dan dari situ lah kita bisa menintropeksi diri kita sendir.

Percalah di setiap masalah pasti ada jalan keluar. Dan yakinlah hikma yang kita dapat akan membawa diri kita pada yang lebih baik. Karena di setiap awan hitam pasti akan muncul awan biru, dan di setiap wana hitam, pasti ada warna putih yang menemani. 

Kamis, 06 November 2014

BERDIRI SENDIRI

Kebayang ga sih kalo kita tuh hidup jauh dari orang yang kita sayang? Gimana coba rasanya? maybe rasanya tuh seakan akan kita hidup di dunia ini hanya sendiri. Yang biasanya kita melakukan segala hal dengan bantuan mereka tapi, tiba-tiba kita diharuskan melakukannya sendiri. hemm.. sedih rasanya, bahkan kalo harus menangis ataupun menghancurkan segala yang ada mungkin sudah lenyap tuh barang.

Namun mau ga mau kita harus menjalani itu. karena, mungkin dengan cara seperti itu kita dapat memberikan kebahagian kepada orang yang kita sayangi. Memang suatu kebahagiaan butuh pengorbanan. Apalagi kalo itu kita berikan kepada orang yang kita sayang, harus dengan EXTRA BERKORBAN.

Menjalani hidup dengan lembar baru, di tempat baru dan everything new. pertama yang dirasa mungkin senang dan membayangkan segala yang terjadi dengan persangkaan yang baik dan membahagiakan. Namun, detik demi detik, menit demi detik, jam demi jam, hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan, dan selanjutnya yang terjadi adalah tak seperti yang kita bayangkan. 

Percaya kodar itu pasti. Namun, jika apa yang kita inginkan berbeda dengan kodar apa boleh buat?. Dan apapun yang terjadi kita harus yakin jika dibalik semua yang terjadi pasti ada hikmah yang bisa kita pelajari. 

Kamis, 02 Oktober 2014

TEST

Sahabat adalah seseorang yang tanpa di undang datang dalam kehidupan kita. Mereka dengan besar hati mau melewati masa-masa yang tak diinginkannya bersama kita. entah itu sedih, senang, susah, maupun gembira.
Saya rasa balasan apapun tak kan pernah bisa untuk menggantikan hati dari seorang sahabat. 
Seperti cerita inspiratif berikut

PERBEDAAN ITU INDAH

“Bintang yang setia pada malam, begitu pula kesetiaan embun menemani pagi. Matahari yang tak pernah lelah terangi dunia ini. Seperti itulah persahabatan, selalu setia tanpa diminta. Saling mengerti tanpa harus memohon. Tak ada satupun orang di dunia ini yang hidup tanpa persahabatan, persahabatan adalah kisah terindah yang tak terlupakan bagi setiap insan yang pernah merasakannya”.

Masa remaja adalah masa dimana kita mencari jati diri, dimana kita menjadi diri kita sendiri. masa-masa ini adalah masa yang membebaskan kita untuk mendapat berbagai macam teman. Dari yang berbeda sifat, berbeda kebiasaan, sampai berbagai macam kefahaman. Yang kemudian berbaur menjadi satu titik dalam sebuah persahabatan.
Anita, Karina, Shinta, dan Ratna seperti biasa sedang duduk di kantin sekolah ketika sedang istirahat. Mereka ngobrol, menyanyi, dan menjaili satu sama lain. Sungguh seperti sebuah keluarga yang harmonis.
“Aaaarrgghh......” tiba-tiba teriakan itu mangejutkan seluruh pengunjung kantin. Dengan sigap, Anita langsung membungkam mulut Karin.
“Kenapa sih kamu?”, tanya Anita.
“Gue lupa kalo bentar lagi hari natal, sedangkan gue belum nyiapin apa-apa buat natal”, jelas Karin.
“Tapi gak pakek teriak juga kaliii....”, sahut Shinta dan Ratna.
“Gue aja gak seshock itu! Yaa,, walaupun gue lupa juga sih” , lanjut Shinta (dengan muka innocent).
Akhirnya mereka semua membicarakan tentang hari natal yang akan datang. Meskipun Anita dengan Ratna orang muslim, tapi mereka tetap mau berteman bahkan membantu Karina dan Shinta untuk merencanakan persiapan mereka. Karena Anita dan Ratna tidak mau menyakiti hati temannya jika mereka pergi untuk menghindari perbedaan kefahaman itu.
“Hmmm.. gimana kalau kalian ikut kita belanja buat hari natal nanti!”,  ajak Karina kepada Ratna dan Anita.
“Gimana,Rat?”, tanya Anita.
“Bentar, aku pikir dulu ”, jawab Ratna.
“OK, gue tunggu!”, lanjut Karina.
“OK deh,, nanti kita shopping”, sahut Ratna.
“Eddahh.. lluh mikir cepet amat”, protes Shinta (sambil ngelirik Ratna).
“Kan pakai speedy. Hahaha...”, cengir Ratna.
Akhirnya bel pulang berbunyi, mobil penjemput Karina pun sudah siaga di depan gerbang sekolah. Mereka langsung menuju mobil dan menuju mall yang akan dituju untuk berbelanja.
Setelah mereka sampai di depan mall, Karina pinta pada sopirnya untuk dijemput nanti sepulang belanja.
“Pak, nanti jemput kita jam tiga ya!”, pinta Karina pada pak sopir.
“Baik, Mbak!”, sahut pak sopir.
Setelah mereka masuk ke toko yang dituju, mereka langsung mencari barang yang dibutuhkan. Berhubung si Ratna dan si Anita gak ngerti apa-apa, jadi mereka lebih memilih untuk diam mengikuti arah jalan tapak kaki Karina dan Shinta.
“Kalian kok diam aja sih?. Apa gak mau beli sesuatu gitu?. Kan disini banyak barang-barang cantik.”, cerewet Karina.
“Kalaupun kita harus beli, kita juga gak tau mau beli apa dan mau dipakai apa?”, jelas Ratna.
“Iihh,, lluh mah ga bisa jaga sikap banget. Mereka kan gak sama kaya kita”, bisik Shinta.
“Oh iya, gue lupa”, cengis Karina.
Tak terasa mereka sudah dua jam mengelilingi mall itu. Dan perut merka pun sudah memohon untuk diberi jatah makan siangnya.
“Perut gue udah curhat nih!”, rintih Shinta
“Ahh... makan aja yang lluh pikirin tuh, Shin!”, balas Karina
“Udah dehh gak usah ribut. Gak malu apa banyak orang kayak gini?”, ceramah Ratna
“Ampun DJ...”, ejek Anita (sambil gaya memohon ampun). “OK, kita cari tempat makan aja yuk!”, sambung Anita.
Setelah mereka makan siang, akhirnya mereka keluar dari mall, dan tepat jam tiga mobil penjemput Karina dan teman-temannya pun sudah menunggu. Meraka langsung pulang menuju rumah masing-masing. Tapi, Karin terlebih dahulu mengantarkan teman-temannya pulang kerumah.
“Makasih ya Karin cantik udah nganter kita sampe rumah”, kata Shinta, Anita, dan Ratna serempak.
“OK, urwel(you’re welcome)!”(sambil pasang wajah sombong), kata Karina.
Tak terasa malam tahun baru pun sudah dekat, tinggal dua hari lagi. Pastinya Karin dan Shinta disibukan dengan persiapan untuk menyambut hari natal.
“krrriiiingg........”, HP Ratna berbunyi. Dilayar Hpnya tampak nama Shinta yang muncul.
“Halo, dengan Ratna disini. Mau bicara dengan siapa?”, sapa Ratna dengan iseng.
“Gue mau ngomong sama temen gue.”, jawab Shinta ketus.
“hahaha,,, gak sopan kamu, Shin!”, protes Ratna.
“Abis lluh bercanda mulu!”, rengek Shinta bak anak kecil yang minta permen.
“Ya maaf kakak,, hehehe..”, ledek Karina. “Oh ya.. ada apa tumben banget kamu telfon?”, sambung Ratna.
“Lluh bisa kan datang kesini? Bantuin gue buat ngehias pohon natal nih!”, pinta Shinta dengan memohon.
“Jemput aku ya! Hehe...”, jawab Ratna.
“Ahh lluh mah.. OK deh, cepet siap-siap lluh!”, pinta Shinta.
“OK, cantik”, puji Ratna.
Tak berapa lama Shinta sudah sampai di depan rumah Ratna. Ia langsung membun yikan klakson untuk memberitahukan kepada Ratna kalau dia sudah datang. Setelah Ratna keluar dari rumahnya, merka langsung pergi ke rumah Shinta, dan sampailah di rumah Sinta. Tanpa banyak bergurau mereka langsung melakukan pekerjaan yang harus merka kerjakan.
Keesokan harinya seperti biasa mereka sedang asyik nongkrong di kantin saat jam istirahat.
“Ehh.. dua hari lagi kan sudah malam hari natal. Kalian mau kan datang ke rumah gue. Ortu gue ngadain acara loh.” Cerocos Karina.
“acara apaan?”, tanya Ratna.
“adaah ajjah!”, sahut Karina.
“emang kalau gue ke rumah lluh, lluh mau ngasih gue apa?? Hmmm...??”(sambil menganggkat wajah), tantang Shinta.
“kalau di kasih duit aku mau dahh!”(sambil meringis), sambung Anita.
(Sambil memutar-mutar mata),”yyee,,,maunya lluh tuh, Nit!.
“Pokoknya kalian dateng aja dehh!. Pasti seru kok.”, jelas Karina.
Setelah mereka berbincang-bincang tentang acara undangan dari orang tua Karina tak terasa bel tanda masuk kelas pun sudah terdengar. Akhirnya mereka memasuki kelas hingga bel tanda pulang sekolah terdengar.
“Besok kan libur, gue tunggu kalian lusa buat dateng ke rumah gue!”, pinta Karina.
“Hmm,, iya dehh kita bakal dateng”, jawab Ratna.
“Setelah acara selese kita HO(hang out) yuk!. Kan lumayan sambil ngerayain natal di luar”, kata Shinta.
“Dari pada kita ngabisin waktu buat hal-hal yang menyita waktu kaya gitu, mending kita belajar bareng. Kan satu bulan lagi kita sudah mau UTS.”, ajak Anita.
“Nahh... aku setuju banget ma kamu, Nit”, sambung Ratna.
Karena menurut Ratna dan Anita merayakan malam natal adalah suatu hal yang hanya menghabiskan waktu saja, jadi untuk tidak menyinggung perasaan temannya, mereka mengajak temannya untuk belajar kelompok pada malam natal itu.

“Meskipun kita berbeda faham dengan teman, namun itu tidak menghalangi kita untuk tetap berkawan dengannya. Bahkan kita bisa mengajak mereka kedalam hal-hal yang positif dari kejelekan kegiatan yang biasa mereka kerjakan.”

Mereka semua setuju tentang usulan untuk belajar bersama. Mereka merencanakan waktu dan dimana mereka akan melalukan belajar bersama. Akhirnya mereka sepakat untuk belajar bersama di rumahnya Ratna.
Esok harinya Ratna, Shinta, dan Anita datang ke rumah Karina untuk memenuhi undangan dari orang tua Karina. Setelah acara telah usai, merka langsung pergi ke rumah Ratna untu belajar bersama. Sampailah mereka di ruah Ratna, menunggu Ratna mengambil jamuan untuk ketiga temannya, teman-temannya bersantai di ruang keluarga sambil menikmati cara televisi.
Bagi mereka sebuah pertemanan ini lebih dari sahabat. Meraka sudah menganggap hubungan ini seperti saudara. Jadi sudah tak ada rasa sungkan lagi untuk melakukan hal apa saja yang mereka inginkan ketika bermain di rumah salah satu dari mereka (pokoknya gak ngeberantakin rumah loh).
Saat mereka asyik belajar dalam suasana hening, tiba-tiba Shinta memecahkan suasana.
“Guys, gue lagi sedih banget nih.”, rengek Shinta.
“Kamu ada masalah lagi?”, tebak Ratna. Karena hanya Shinta lah orang yang paling sering ngeluh tentang masalahnya. Walaupun bukan masalah yang serius. Setelah Shinta menceritakan masalahnya, teman-temannya pun banyak memberikan solusi kepadanya.
“Makasih banget ya guys, kalian selalu ada buat gue”(sambil mengisak tangisnya), kata Shinta.
“Don’t worry baby, we always for you”, sambung Ratna yang mendramatisir suasana.
“Hahaha,,, sok dramatis lluh, Rat”, ejek Karina.
“Yang penting happy... hwehehehe..” balas Ratna
Merka tak sungkan-sungkan untuk menceritakan semua masalahnya satu sama lain. Dan mereka juga tak jemu-jemu untuk selalu mengingatkan ketika salah satu diantara meraka ada yang salah atau melakukan tindakan yang menyimpang. Mareka tak akan pernah rela apabilah salah satu dari temannya ada yang berbuat tidak sesuai dengan norma yang ada.

Tiba-tiba suara merdu terdengar dari Anita
“Kau teman yang selalu saja sejalan dan aw aw
Selalu ada bersama aw aw aw
Teman sejati takkan pisah selamanya
Semua takkan bisa menjadi nyata aw aw aw
Jika kita tak bersama aw aw
Selalu percaya dan yakinkan semua”.

 Akhirnya semua ikut melantunkan lagunya,                
 ” Kau menghapuskan setiap luka
Mengingatku tentang mimpi terpendam
Agar semua kan menjadi nyata

Satukan hati dan tersenyum
Yang ada ceria genggam tanganku
Yakin bisa mengalahkan dunia
Kau teman (ya) yang selalu saja sejalan dan (pastikan)
Selalu ada bersama (aku kamu)
Teman sejati takkan pisah selamanya”

(sambil tertawa geli)”hahaha,,,”, tawa Shinta.
“Kok ketawa sih, Shin?”, tanya Ratna dengan wajah innocennya.
“Gak papa kok. Gak terasa aja pertemanan kita udah selama ini. Kita udah jalanin semua bersama.”, jelas Shinta.
“Mulai dari dengerin kegalauannya Shinta, seneng-seneng bareng, susah bareng. Semua begitu cepet banget.”, tambah Anita.
“Iihh.. Anita jahat. Masa cuma gue aja yang galau. Emang merka-mereka enggak?”, protes Shinta sambil menunjuuk kedua teman yang lain.
“Hahahaha......”, tawa mereka serempak.
Karina tak berkata sedikitpun. Dia hanya bisa menahan isak tangisannya, karna dia tau bahwa hanya ketiga temannya lah yang bisa membuat hari-harinya menjadi sangat menyenangkan. Entah apa yang akan terjadi jika dirinya tak bisa mengenal ketiga temannya.
Terutama dengan Ratna dan Anita. Kedua temannya itu sangat perhatian dengannya. Meskipun perbedaan ada apada diri mereka, namun bagi Shita kedua temannya itu bisa memberikan sikap yang baik kepadanya. Ia sangat berterimakasih dengan semua yang tuhan berikan kepadanya dan dengan adanya ketiga teman yang sangat menyayanginya.

“Segala sesuatu yang terjadi pada diri kita pasti akan berakhir pada keindahan yang akan datang tepat pada waktunya. Seperti seekor ulat yang menunggu keindahan untuk menjadi seekor kupu-kupu” dan “persahabatan itu ibarat sekotak krayon, masing-masing punya warna yang berbeda. Tapi ketika dipadukan mereka akan menjadi sebuah pelangi yang indah”

TAMAT
 
Fhazaiz Chisan Blogger Template by Ipietoon Blogger Template